Tag Archives: Kristen

Berpikir Kreatif untuk Kepemimpinan Kristen

Berpikir kreatif

Pada sebuah konferensi misi di Georgia, para guru sekolah minggu ingin anak-anak yang lebih kecil memahami apa yang dilakukan seorang misionari.

Beberapa guru merasa bahwa anak-anak berusia lima dan enam tahun mungkin terlalu muda untuk memahami konsep misi.

Masalahnya berubah menjadi solusi yang sangat kreatif. Seorang guru memiliki tirai pancuran dengan peta dunia tercetak di atasnya. Selama konferensi, mereka mengambil tirai mandi ke kelas bersama sekaleng krim cukur. Mereka menyemprotkan sedikit krim cukur pada bagian peta yang mewakili Amerika Serikat, bersama dengan beberapa negara lain, yang mengirim misionaris.

Para guru menjelaskan bahwa krim itu melambangkan pesan tentang Yesus. Mereka menunjukkan kepada anak-anak bahwa ini adalah negara-negara di mana Injil diberitakan. Lalu mereka bertanya kepada anak-anak mengapa tidak ada krim cukur di negara lain. Guru menjelaskan sesuatu tentang orang-orang di negara-negara itu dan bahwa mereka tidak mendengar Injil. Seseorang harus membawa Injil kepada mereka. Bagaimana?

Mereka menyuruh anak-anak melepas sepatu mereka, melangkah ke tumpukan-tumpukan krim, mengambil beberapa di atas kaki mereka dan membawanya ke negara-negara di mana tidak ada.

Menjelang akhir konferensi, pendeta bertanya kepada anak-anak berusia lima tahun, "Apa itu misionaris?" Anak-anak menjawab, "Seorang misionaris mengambil pesan Yesus ke tempat-tempat di mana orang-orang tidak memilikinya."

Para guru itu memecahkan masalah yang pada mulanya dianggap mustahil.

Mereka menggunakan pemikiran kreatif.

Salah satu karakteristik utama yang membedakan pemimpin sejati dari sekadar manajer adalah pemikiran kreatif. Ini menjelaskan mengapa beberapa pemimpin tampak puas untuk mempertahankan status quo.

Definisi dan Elemen

Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menciptakan ide orisinal untuk mencapai tujuan.

Sumber pemikiran kreatif adalah imajinasi kita. Ini adalah kemampuan pikiran yang diberikan oleh Tuhan yang Dia harapkan untuk kita gunakan.

Mengapa kita tidak lebih baik dalam berpikir kreatif?

A. Kemalasan

Berpikir adalah kerja keras. Berpikir kreatif adalah yang paling sulit. Tanya saja seorang novelis. Sebagian besar akan mengatakan kepada Anda bahwa mereka hanya menulis tiga atau empat jam sehari karena terlalu melelahkan.

B. Teologi yang salah tentang bimbingan.

Orang Kristen terkadang memiliki konsep yang salah tentang pikiran. Mereka menunggu Tuhan untuk memberikan wahyu Ilahi, sementara Tuhan menunggu mereka untuk menggunakan indria-indria yang Dia berikan kepada mereka. Hasil: Tidak ada yang bergerak dan tidak ada yang tercapai.

C. Represi terhadap kemampuan kreatif.

Seorang guru sekolah menengah menggambar sebuah titik kecil di papan tulis. Lalu dia bertanya pada kelas apa itu. Para siswa semua setuju bahwa itu hanyalah sebuah titik. Sang guru menjawab, "Saya melakukan latihan yang sama kemarin dengan sekelompok anak-anak. Satu mengira itu adalah telur serangga atau mungkin mata burung. Pemikiran lain adalah kepala seorang pria botak yang dilihat dari pesawat terbang."

Kenapa bedanya? Pada tahun-tahun antara siswa TK dan SMA yang membuang imajinasi mereka. Mereka belajar untuk 'spesifik' tentang berbagai hal, mempelajari 'jawaban yang benar' dan mempelajari apa yang 'realistis'.

Menyerap fakta tidak sama dengan melatih pikiran. Di beberapa negara, sistem pendidikan didasarkan pada penghafalan hafalan. Siswa menuliskan kata demi kata apa yang dikatakan guru, lalu menyalinnya dengan rapi ke buku catatan di rumah. Ini seharusnya pendidikan. Itu bukan pendidikan. Itu adalah cuci otak.

D. Takut akan kegagalan atau cemoohan.

Tidak ada yang ingin membodohi dirinya sendiri. Godaan terhadap ini menjadi lebih kuat ketika kita maju dalam kepemimpinan. Kami berpikir, "Jika ide baru saya gagal, saya akan terlihat seperti orang bodoh dan orang-orang akan kehilangan kepercayaan pada saya."

E. Pemikiran negatif.

Apa perbedaan antara pemimpin yang menyelesaikan sesuatu dan mereka yang hanya mengelola pekerjaan orang lain? Yang pertama mengabaikan alasan mengapa hal itu tidak bisa dilakukan dan tetap melakukannya.

Pengusaha besar jarang bertanya, "Apakah ini akan berhasil?" Sebaliknya, mereka ditantang oleh, "Bagaimana kita membuatnya bekerja?"

F. Zona Nyaman

Kami membatasi diri pada keterbatasan yang nyaman. Sepertinya jauh lebih mudah untuk melakukan familiar. Kadang-kadang baik untuk keluar dari zona nyaman kita, dan mencoba apa yang mungkin kita tidak merasa berbakat.

Brainstorming

Pada pertemuan di perusahaan cat, teknisi mencari ide-ide baru untuk menghilangkan cat. Seorang lelaki dengan ceria menyarankan pencampuran dinamit dengan cat. Dengan begitu, bertahun-tahun kemudian mereka bisa melemparkan korek api ke dinding yang dicat dan meledakkannya.

Setelah tawa itu mereda, kelompok itu mengambil ide aneh ini dan menemukan solusi yang mengejutkan: Campur bahan kimia dengan cat yang bisa bereaksi kemudian dengan cat jika ditempelkan di atasnya untuk melarutkannya. Beginilah cara penghapus cat diciptakan.

Apakah ada alasan mengapa sekelompok orang Kristen tidak bisa unggul dalam brainstorming? Suatu pukulan kejeniusan terkadang dimodifikasi kebodohan. Mengetahui hal ini dapat membantu kita menerobos hambatan.

Berpikir kreatif memerlukan penggunaan imajinasi kita untuk menciptakan ide orisinal untuk memecahkan masalah. Hambatan ada dalam proses ini. Para pemimpin efektif mengatasi mereka.

Jika Anda menemukan informasi ini berharga, berikan kepada teman.

Roger dan Dianne Smalling