Tag Archives: Perilaku

Cara Menangani Perilaku Sulit Anak-Anak 5-6 Tahun

Merawat anak-anak usia 5-6 dapat menjadi yang paling menyenangkan, menakjubkan, membingungkan, dan waktu yang sulit dalam hidup Anda. Anak-anak usia ini terjebak di suatu tempat di antara anak pra-sekolah dan anak usia sekolah. Mereka masih membutuhkan bantuan dengan beberapa hal, tetapi sepenuhnya mandiri dengan orang lain. Sebagian besar anak-anak usia ini mulai taman kanak-kanak dan mungkin jauh dari orang tua mereka untuk pertama kalinya dalam hidup mereka. Segala sesuatu baru dan hal-hal dengan cepat berubah selama usia ini.

Beberapa orang tua kaget ketika melihat bahwa balita mereka yang tenang dan terkumpul sekarang telah menjadi anak usia 5-6 tahun yang sulit. Orangtua menjadi stres dan tidak tahu bagaimana menangani perilaku ini. Ada banyak hal yang dapat dilakukan orang tua untuk menangani perilaku sulit yang berusia 5-6 tahun.

Pertama, mereka harus belajar pengaturan di mana anak menjadi sulit. Apakah mereka menolak tidur siang / waktu istirahat? Apakah mereka tidak berbagi dengan rekan-rekan mereka? Apakah waktu tidur perjuangan? Tidak peduli apa situasi yang membuat anak sulit, penting untuk zona dalam pengaturan. Ini akan membantu dalam pemecahan masalah.

Begitu Anda tahu pada jam berapa anak itu menjadi sulit, orang tua kemudian harus belajar bagaimana disiplin. Beberapa orang tua percaya bahwa memukul adalah yang terbaik dan beberapa orang percaya untuk melembagakan time-out. Orang tua lain mengambil hak istimewa ketika anak itu sedang mengalami kesulitan. Cukup jujur, semua strategi yang disebutkan di atas adalah teknik disiplin yang tidak efektif.

Hal terakhir yang perlu diingat adalah mendengarkan anak dan memberi mereka perhatian penuh. Anak-anak yang berusia antara 5-6 tahun memiliki banyak perubahan dan mungkin membutuhkan perhatian dan cinta ekstra. Orangtua harus ingat untuk konsisten dan pasti tidak menyerah!

Motivasi – 3 Aspek Perilaku Manusia yang Harus Anda Ketahui untuk Sukses

Motivasi dapat didefinisikan dalam berbagai cara, tetapi ada dua definisi atau deskripsi dasar. Ini dapat didefinisikan sebagai alasan utama atau alasan bahwa individu mengambil bagian dalam perilaku tertentu, khususnya perilaku manusia berdasarkan studi psikologi atau neuropsikologi. Ini juga dapat didefinisikan sebagai kekuatan pendorong yang memulai dan mendorong perilaku individu. Ini adalah energi internal yang mendorong kita untuk mencapai tujuan kita. Biasanya, itu dianggap sebagai keadaan pikiran yang dinamis yang tidak mementingkan kepribadian.

Ada tiga aspek perilaku manusia yang didasarkan pada motivasi dan didirikan di:

1. gairah perilaku

2. arah perilaku

3. kegigihan perilaku

Gairah perilaku berhubungan dengan hal tertentu yang mengaktifkan perilaku sedangkan arah perilaku berhubungan dengan apa yang bertanggung jawab untuk mengarahkan perilaku. Kegigihan perilaku berkaitan dengan bagaimana perilaku dipertahankan.

Apa yang mendorong seseorang untuk sukses disebut sebagai motif. Biasanya, semua motif termasuk dalam salah satu dari tiga kategori dan dianggap bersifat fisiologis atau psikologis:

1. motif homeostatik – rasa lapar, respirasi, haus, dll.

2. motif nonhomeostatic – rasa ingin tahu tentang lingkungan, mencari tempat berlindung, dll.

3. motivasi belajar atau sosial – pencapaian, persetujuan, kekuasaan, afiliasi sosial, dll

Dalam usaha apa pun yang dilakukan seorang individu, motivasi (atau ketiadaannya) adalah elemen kunci di balik keberhasilan atau kegagalan usaha. Ini memainkan peran kunci di tempat kerja di mana kinerja yang efektif dari seorang karyawan yang bersangkutan. Staf manajemen atau pengawas memiliki dampak langsung dan memainkan peran penting dalam motivasi karyawan karena mereka menggunakan teknik motivasi yang berbeda untuk meningkatkan tingkat produktivitas. Ini juga mengikuti bahwa ini memiliki efek langsung pada tingkat kerjasama antara majikan dan karyawan.

Motivasi juga dapat diklasifikasikan sebagai

1. negatif atau positif

2. jelas atau halus

3. tidak berwujud atau nyata

Pendidikan atau pembelajaran juga terkait dengan motivasi dan instruktur seringkali menggunakan teknik motivasi untuk membuat siswa mereka belajar. Ini dapat bermanfaat bagi siswa dengan membuat mereka lebih kompeten serta mendorong kepercayaan diri dan kemampuan untuk memecahkan masalah.

Motivasi diri juga telah diklasifikasikan menjadi dua jenis:

1. Ekstrinsik – dihasilkan oleh faktor eksternal

2. Intrinsik – dihasilkan oleh sensasi internal dan lebih tahan lama daripada ekstrinsik

Motivasi diri dianggap bersifat intrinsik, dan berasal dari drive internal individu. Ini adalah dasar untuk mengatasi hambatan di jalur mencapai tujuan seseorang. Selain itu, faktor eksternal tertentu bertanggung jawab untuk mendorong seseorang untuk melakukan proyek baru atau untuk bergerak ke arah yang positif. Secara karakteristik, motivasi diri terdiri dari tiga faktor:

1. keyakinan

2. keinginan

3. nilai-nilai

Karena seorang individu tidak dapat mengandalkan orang lain untuk motivasi, motivasi diri harus datang dari dalam diri. Ini memainkan peran kunci di mana individu mengumpulkan keberanian dan kekuatan untuk mencapai tujuan tertentu, dan sangat penting untuk mengembangkan usaha baru atau membuat perubahan positif dalam gaya hidup seseorang. Program pelatihan telah terbukti menjadi cara terbaik untuk mendidik diri sendiri untuk meningkatkan motivasi dan motivasi diri.